Pada Oktober 2026, sejumlah kilang China dilaporkan menghentikan sementara ekspor produk minyak untuk memperkuat persediaan dalam negeri. Kebijakan tersebut berpotensi memperketat pasokan bahan bakar di pasar internasional.
Namun, pengaruh China bukan satu-satunya penentu harga minyak. Ketegangan geopolitik, gangguan jalur pengiriman, tingkat produksi negara eksportir, serta perubahan permintaan global turut membentuk pergerakan harga.
Reuters juga mencatat gangguan pasokan di Timur Tengah dan biaya pengiriman yang tinggi masih menopang harga minyak.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan kebijakan energi China sekaligus situasi geopolitik dunia.(*)





