KITAINDONESIASATU.COM – Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Penurunan tersebut sekaligus memperpanjang tekanan terhadap harga minyak dalam perdagangan sepekan terakhir.
Pasar mencermati arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed terkait upaya mengendalikan inflasi. Selain itu, perkembangan arus pelayaran di Selat Hormuz turut menjadi perhatian karena jalur tersebut berperan penting terhadap distribusi minyak dunia.
Harga minyak Brent ditutup pada level USD 89,31 per barel, turun 39 sen atau 0,43 persen. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) berakhir di USD 83,40 per barel, melemah 13 sen atau 0,16 persen.
Dalam perdagangan sepekan, Brent tercatat merosot lebih dari 5 persen, sedangkan WTI turun lebih dari 4 persen.
Harga Komoditas Lainnya Ikut Bergerak
Selain harga minyak dunia, sejumlah komoditas energi dan logam juga mengalami perubahan pada perdagangan terbaru.
- CPO: Harga minyak sawit mentah untuk kontrak September naik 0,76 persen menjadi MYR 4.628 per ton.
- Batu bara: Harga batu bara Newcastle kontrak September menguat 0,18 persen ke USD 139,75 per ton.
- Nikel: Harga nikel di London Metal Exchange melemah 0,10 persen menjadi USD 16.861 per ton.
- Timah: Harga timah turun 0,24 persen ke level USD 52.223 per ton.
Pergerakan harga minyak dunia turut dipengaruhi perkembangan arus pengiriman melalui Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi salah satu rute penting perdagangan energi global.
Pasar juga memperhatikan kemungkinan meningkatnya pasokan minyak yang dapat keluar melalui kawasan tersebut. Kondisi itu berpotensi menambah ketersediaan minyak bagi konsumen, termasuk kilang-kilang di Asia.
Di sisi lain, kebijakan suku bunga The Fed tetap menjadi perhatian pelaku pasar. Potensi kebijakan moneter yang lebih ketat untuk menekan inflasi dapat memengaruhi prospek permintaan energi global.





