Selain faktor geopolitik, penurunan persediaan minyak mentah AS turut menopang kenaikan harga. Badan Informasi Energi AS mencatat stok komersial minyak mentah turun lebih dari 8 juta barel pada pekan yang berakhir 9 Oktober 2026.
Penurunan itu terjadi ketika produksi di wilayah Pantai Teluk AS sempat dihentikan akibat Badai Isaias. Gangguan produksi domestik tersebut menambah tekanan di tengah hambatan pengiriman internasional.
Jika konflik berlanjut dan jalur distribusi utama tetap terganggu, pasar minyak berpotensi menghadapi tekanan lanjutan. Namun, perkembangan harga selanjutnya tetap bergantung pada situasi keamanan, pemulihan produksi, dan perubahan persediaan global.(*)





