KITAINDONESIASATU.COM – Harga minyak dunia kembali mengalami lonjakan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat.
Kenaikan harga terjadi menyusul operasi militer terbaru yang dilakukan Amerika Serikat terhadap sejumlah wilayah di Iran, sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi global.
Pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026, harga minyak mentah Brent naik ke level sekitar US$79,28 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat hingga mencapai sekitar US$74,76 per barel.
Penguatan tersebut terjadi setelah harga minyak sudah lebih dulu mengalami kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sentimen utama yang mendorong kenaikan harga berasal dari meningkatnya risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan akan mengambil langkah lebih tegas terhadap Iran setelah menyatakan kesepakatan penghentian konflik yang sebelumnya dicapai tidak lagi berlaku.
Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan Harga minyak dunia
Militer Amerika Serikat menyebut operasi terbaru dilakukan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Kawasan tersebut merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi pasokan energi global.
Situasi semakin memanas setelah terjadi serangkaian serangan di sejumlah wilayah strategis Iran. Di sisi lain, Iran juga dilaporkan melakukan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, yang kemudian memicu aksi balasan.





