Internasional

Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 4 Persen, Harapan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasar

×

Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 4 Persen, Harapan Damai AS-Iran Redakan Kekhawatiran Pasar

Sebarkan artikel ini
Konsumsi BBM dan LPG
ExxonMobil dan Chevron Raup Cuan Besar (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Harga minyak dunia ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, setelah muncul optimisme baru terkait peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Sentimen tersebut langsung memengaruhi pergerakan pasar energi global sehingga mendorong aksi jual oleh para investor. Meski mengalami koreksi cukup dalam pada akhir pekan, harga minyak masih mencatatkan penguatan signifikan secara mingguan karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda.

Minyak mentah Brent kembali turun ke bawah level psikologis US$100 per barel setelah sehari sebelumnya sempat menembus angka tersebut untuk pertama kalinya sejak Mei.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI juga mengalami penurunan, meskipun kinerja keduanya sepanjang pekan masih berada di zona positif.

Minyak Dunia Masih Dibayangi Risiko Geopolitik

Pelemahan harga minyak dipicu laporan mengenai upaya menghidupkan kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang difasilitasi oleh China. Harapan terhadap solusi diplomatik membuat pelaku pasar mulai mengurangi kekhawatiran akan gangguan pasokan energi dalam jangka pendek.

Namun, kondisi pasar minyak global masih dinilai rentan terhadap perubahan situasi di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut masih berpotensi mengganggu distribusi minyak, terutama melalui jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz dan Laut Merah yang memiliki peran penting dalam perdagangan energi dunia.

Selain faktor geopolitik, pasokan minyak global yang masih terbatas juga menjadi perhatian pelaku pasar. Situasi ini membuat pergerakan harga minyak diperkirakan tetap berfluktuasi mengikuti perkembangan politik internasional dan kondisi pasokan.

Analis menilai pasar energi masih akan bergerak sensitif terhadap setiap kabar mengenai konflik maupun proses negosiasi damai. Oleh karena itu, investor dan pelaku industri diperkirakan akan terus mencermati dinamika global yang dapat memengaruhi arah harga minyak dalam beberapa pekan mendatang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *