KITAINDONESIASATU.COM – Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026, setelah muncul harapan baru terkait potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen positif tersebut memicu perubahan besar di pasar komoditas global, terutama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana perundingan dengan Iran.
Langkah diplomatik itu dilakukan setelah rencana serangan terhadap Iran dibatalkan demi membuka peluang penyelesaian sengketa, termasuk pembahasan mengenai Selat Hormuz dan program nuklir Iran.
Meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak membuat harga minyak Brent turun lebih dari enam persen hingga berada di kisaran 82,41 dolar AS per barel.
Di sisi lain, pergerakan pasar saham global menunjukkan respons yang beragam karena investor masih mencermati perkembangan negosiasi kedua negara.
Pasar Saham Beragam, Yen Jepang Menguat Tajam
Pergerakan indeks saham dunia memperlihatkan kondisi yang tidak seragam setelah kabar tersebut beredar.
Sejumlah indeks di Amerika Serikat mampu mencatat penguatan, sementara sebagian besar pasar saham Asia masih berada di zona merah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap berbagai risiko ekonomi global yang masih berkembang.
Beberapa perkembangan penting pada perdagangan global meliputi:
- Harga minyak Brent turun lebih dari enam persen.
- Indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup menguat.
- Bursa Jepang dan Korea Selatan mengalami pelemahan.
- Nilai tukar yen menguat lebih dari satu persen terhadap dolar AS.
- Jepang dan Amerika Serikat melakukan intervensi terkoordinasi untuk menopang nilai tukar yen.





