KITAINDONESIASATU.COM – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, terus bertambah.
Hingga Rabu, 29 Juli 2026, sedikitnya 13 orang dilaporkan meninggal dunia setelah gempa kuat mengguncang wilayah barat daya Jepang.
Pemerintah Jepang juga mencatat puluhan warga mengalami luka-luka, sementara sejumlah lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim penyelamat.
Salah satu korban meninggal diketahui merupakan pekerja asal Vietnam yang tertimpa crane pabrik yang roboh akibat guncangan gempa.
Meski sempat dilakukan upaya penyelamatan, korban tidak berhasil diselamatkan. Sementara itu, sejumlah pekerja lain berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, meski beberapa mengalami luka serius akibat reruntuhan bangunan.
Kerusakan Gempa Kumamoto Meluas, Proses Evakuasi Masih Berlangsung
Gempa yang semula dilaporkan berkekuatan magnitudo 7,1 kemudian direvisi menjadi magnitudo 6,8 oleh Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Guncangan terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer dan disusul gempa susulan yang semakin memperburuk situasi di kawasan terdampak.
Akibat bencana tersebut, puluhan ribu rumah kehilangan pasokan listrik. Kebakaran, runtuhnya jembatan, bangunan, hingga menara baja dilaporkan terjadi di berbagai lokasi.
Sebuah pabrik kertas di Kota Yatsushiro menjadi salah satu titik dengan kerusakan paling parah karena sejumlah pekerja sempat terjebak di dalam bangunan yang runtuh.





