KITAINDONESIASATU.COM – Otoritas resmi menangkap mantan Perdana Menteri K. P. Sharma Oli dan eks Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak atas dugaan kelalaian pidana yang menyebabkan tewasnya sejumlah demonstran muda dalam aksi besar pada September 2025.
“Tak ada yang kebal hukum,” ujar Menteri Dalam Negeri Sudan Gurung.
pendukungnya dari Communist Party of Nepal (Unified Marxist–Leninist) bentrok dengan polisi sebelum akhirnya dibubarkan. Oli pun digiring aparat di tengah situasi panas.
Kasus ini berakar dari tragedi berdarah yang menewaskan sedikitnya 25 demonstran—kebanyakan anak muda—dan melukai sekitar 700 orang saat gelombang protes besar meledak akibat pelarangan media sosial tahun lalu.
Laporan komisi yudisial yang dipimpin Gauri Bahadur Karki merekomendasikan penyelidikan terhadap Oli, Lekhak, hingga Kepala Kepolisian Chandra Kuber Khapung atas dugaan kelalaian fatal dalam penanganan aksi.
Namun drama politik kian memanas. Partai Nepali Congress dan UML kompak menyebut laporan tersebut bias dan sarat kepentingan. Bahkan, Sekretaris UML Mahesh Basnet menyerukan kader turun ke jalan, menyebut kasus ini sebagai balas dendam politik.
Situasi Nepal kini di ujung tanduk—di antara tuntutan keadilan dan ancaman gelombang protes baru yang bisa kembali meledak kapan saja. (Sumber: Anadolu)
