KITAINDONESIASATU.COM – Serangan drone Rusia menghantam sebuah pusat perbelanjaan di Kota Pavlograd, Ukraina, pada Kamis, 10 September 2026. Serangan yang terjadi pada siang hari tersebut menewaskan sedikitnya empat orang dan menyebabkan lebih dari 60 warga mengalami luka-luka.
Serangan drone Rusia di Pavlograd terjadi ketika aktivitas masyarakat masih berlangsung. Kondisi jalan yang ramai membuat serangan tersebut menimbulkan banyak korban. Otoritas Ukraina menyebut pusat kota menjadi sasaran serangan saat warga masih menjalankan berbagai aktivitas.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang tengah melakukan kunjungan ke Kanada turut menyampaikan laporan mengenai jumlah korban. Ia menyatakan empat orang meninggal dunia dan lebih dari 60 orang mengalami luka akibat serangan tersebut. Zelensky juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Ukraina Desak Penguatan Pertahanan Udara
Serangan terhadap pusat perbelanjaan di Pavlograd kembali menyoroti kebutuhan Ukraina terhadap sistem pertahanan udara yang lebih kuat. Pemerintah Ukraina secara khusus menginginkan tambahan sistem Patriot buatan Amerika Serikat yang memiliki kemampuan untuk menghadapi ancaman rudal balistik Rusia.
Zelensky mengatakan Ukraina terus berkoordinasi dengan negara-negara mitra untuk memperkuat perlindungan terhadap masyarakat sipil. Dalam kunjungannya, Kanada juga disebut akan memberikan paket bantuan yang berkaitan dengan pertahanan udara Ukraina.
Di tengah meningkatnya serangan, perkembangan diplomasi antara Rusia dan Ukraina masih belum menunjukkan titik terang.
Sebelumnya, Zelensky membuka kemungkinan pembicaraan untuk mengakhiri konflik dapat berlangsung pada September. Namun, Kremlin menilai pembahasan mengenai lokasi dan waktu pertemuan masih terlalu dini.





