KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat mengusulkan rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait situasi di Selat Hormuz.
Pemerintah Iran langsung merespons keras langkah tersebut dan menilai Washington sedang mencoba membentuk opini internasional yang merugikan Teheran.
Selat Hormuz selama ini menjadi jalur pelayaran strategis dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak global.
Kondisi kawasan yang belum stabil membuat isu keamanan maritim kembali menjadi perhatian banyak negara.
Iran Sebut Resolusi AS tentang Selat Hormuz Bersifat Politis
Pemerintah Iran menilai usulan resolusi tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Teheran menuduh Amerika Serikat dan sekutunya sengaja mengabaikan faktor konflik serta tekanan militer yang selama ini terjadi di kawasan Teluk.
Pejabat Iran juga menyebut kebebasan navigasi internasional tidak boleh digunakan secara sepihak untuk menyudutkan negara tertentu.
Menurut mereka, rancangan resolusi itu justru berpotensi memperkeruh situasi dan memperbesar ketegangan di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Amerika Serikat dikabarkan ingin mendorong langkah internasional untuk menghentikan berbagai ancaman terhadap jalur pelayaran dunia.


