KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Amerika Serikat menyoroti kehadiran delegasi Iran menjelang Piala Dunia FIFA 2026.
Dalam pernyataan resmi, pihak Gedung Putih mengungkapkan kekhawatiran terhadap kemungkinan adanya individu tertentu yang dianggap memiliki latar belakang militer dan menyamar sebagai bagian dari tim atau media.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut tidak ditujukan kepada para atlet.
Isu ini mencuat dalam konferensi pers yang melibatkan pejabat tinggi, di mana muncul pula kabar adanya upaya diplomatik untuk mempengaruhi komposisi peserta turnamen.
Bahkan sempat beredar wacana menggantikan Iran dengan negara lain, meskipun belum ada keputusan resmi terkait hal tersebut.
FIFA Pastikan Iran Tetap Berpartisipasi
Di sisi lain, FIFA memastikan tidak ada perubahan dalam daftar peserta turnamen. Federasi sepak bola dunia tersebut menegaskan bahwa Iran tetap menjadi bagian dari kompetisi sesuai hasil kualifikasi.
Keputusan ini diambil meskipun situasi geopolitik antara kedua negara masih memanas.
Konflik sebelumnya disebut turut mempengaruhi hubungan diplomatik, namun tidak berdampak langsung pada keikutsertaan tim nasional dalam ajang olahraga.
FIFA juga menekankan bahwa turnamen harus tetap berjalan sesuai prinsip netralitas olahraga.
Dengan demikian, seluruh tim yang telah lolos kualifikasi tetap berhak tampil tanpa intervensi politik, termasuk Iran dalam gelaran Piala Dunia 2026.(*)
