KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi IX DPR RI, Alifudin, menyoroti insiden keracunan massal yang menimpa 50 siswa SD Dukuh 03, Sukoharjo, pada Kamis, 16 Januari 2025. Kasus ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan kontrol kualitas makanan dalam program tersebut.
“Pengawasan yang lebih ketat dan transparansi di seluruh rantai pasok makanan harus diperkuat untuk mencegah kejadian serupa,” tegasnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu (18/1/2025).
Ia juga meminta dilakukan investigasi menyeluruh terhadap penyedia katering yang bertanggung jawab atas makanan tersebut.
Alifudin menegaskan bahwa katering yang terlibat harus mematuhi standar keamanan pangan yang ketat dan memiliki sistem kontrol kualitas yang memadai.
Sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN), ia juga menyoroti pentingnya pengawasan dari pihak sekolah, dinas kesehatan, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan keamanan makanan bagi siswa.
Ia menambahkan bahwa evaluasi kontrak dan performa katering perlu dilakukan untuk memastikan kualitas dan tanggung jawab mereka terhadap insiden semacam ini. Menurutnya, insiden keracunan ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan program MBG di masa depan.
“Sistem pengawasan yang lebih baik harus dibangun untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan. Kepercayaan masyarakat terhadap program ini sangat penting, dan kejadian seperti ini bisa merusak citra positif MBG,” ujarnya.
Alifudin juga mendorong kerja sama lebih erat antara pemerintah, sekolah, dinas kesehatan, dan pihak katering untuk menghindari insiden serupa.
Ia menekankan perlunya langkah preventif agar pengadaan dan distribusi makanan dalam program ini selalu memprioritaskan keamanan pangan.
Alifudin memastikan Komisi IX DPR RI akan terus memantau investigasi kasus ini agar berjalan cepat dan transparan. “Kami berharap insiden ini menjadi momentum untuk perbaikan sistem pengawasan dan penjaminan kualitas di masa mendatang,” tutupnya.- ***

