News

Ini Jenderal Paling Dicari atas Kejahatan Genosida di Gaza

×

Ini Jenderal Paling Dicari atas Kejahatan Genosida di Gaza

Sebarkan artikel ini
FotoJet 5 8
Ghassan Alian, Kepala Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT)

KITAINDONESIASATU.COM – Perburuan terhadap pelaku kejahatan perang di Jalur Gaza semakin intensif. Setelah sebelumnya menyasar prajurit, kini seorang jenderal Israel, Ghassan Alian, Kepala Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), menjadi target di Roma, Italia.

Yayasan Hind Rajab mendesak penangkapan Alian atas tuduhan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang.

Yayasan tersebut telah mengajukan pengaduan ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan otoritas Italia untuk segera mengambil tindakan.

“Yayasan tersebut menuduh Alian bertanggung jawab atas pengawasan blokade total di Gaza, penggunaan kelaparan sebagai alat perang, dan serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk rumah sakit, yang dinilai sebagai tindakan genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” tulis Anadolu Ajansi pada 13 Januari 2025.

Alian, yang pernah menyebut warga Palestina di Gaza sebagai “manusia hewan,” dianggap tidak kebal terhadap hukum internasional.

Laporan dari Ynet mengungkap seorang tentara Israel lainnya melarikan diri dari Brasil setelah pengaduan serupa diajukan di Thailand, Chile, dan negara-negara lain.

Yayasan Hind Rajab juga melaporkan upaya mereka di Swedia untuk menangkap seorang anggota Brigade Nahal yang diduga terlibat dalam pembunuhan warga sipil di Gaza, serta aksi vandalisme dan penggerebekan rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Shifa.

Di tengah meningkatnya upaya ini, Israel dilaporkan mulai menyembunyikan identitas prajurit dan perwira yang terlibat dalam kejahatan di Gaza.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan surat perintah penangkapan internasional, termasuk terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Keamanan Yoav Gallant.

Sementara itu, di Chile, 620 pengacara berusaha menangkap seorang mantan tentara Israel, Saar Hirshoren, yang diduga terlibat dalam penghancuran wilayah Gaza serta pembersihan etnis dan pengusiran paksa penduduk.

Gugatan ini didukung oleh kesaksian seorang wanita Palestina di Chile yang keluarganya menjadi korban serangan Israel.

Langkah-langkah hukum ini mencerminkan peningkatan upaya internasional untuk menuntut keadilan atas kejahatan perang di Gaza, dengan fokus pada individu-individu yang bertanggung jawab.- ***

Sumber: Anadolu Ajansi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *