KITAINDONESIASATU.COM – Indonesia menjalin kerja sama dengan China dalam Deepening Blue Economy Cooperation. Itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama atau MOU yang dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dengan Menteri Perdagangan China (MOFCOM), Wang Wentao.
Penandatanganan MoU itu disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping dalam acara pertemuan bilateral di Great Hall of the People, Beijing. “Kesepakatan ini menegaskan komitmen yang kuat antara kedua negara untuk bekerja sama di bidang Blue Economy,” kata Airlangga dalam keterangannya, yang dikutip Minggu (10/11).
Menurut Airlangga, kolaborasi itu sangat penting bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan China yang merupakan salah satu negara dengan perkembangan teknologi kelautan yang sangat cepat di dunia. “Seperti pada industri pembuatan dan pembangunan kapal, biofarmasi laut dan merupakan salah satu negara asal wisatawan kelautan terbesar bagi Indonesia,” ujar Airlangga.
Airlangga menambahkan, MOU ini sebagai pemanfaatan energi laut terbarukan yang berkelanjutan, pengelolaan perikanan dan akuakultur, pariwisata maritim, inovasi, dan kerja sama industri.
Sektor yang akan dikerjasamakan antara lain industri hilirisasi produk kelautan, seperti pengolahan makanan laut dan biofarmasi kelautan, serta kerja sama industri pembuatan dan perbaikan kapal, transportasi laut, pembangunan dermaga dan pelabuhan.
“Implementasi kerja sama dalam MoU ini diharapkan akan meningkatkan nilai tambah yang dihasilkan dari produk dan jasa dari sektor kelautan Indonesia,” ungkap Airlangga.
Airlangga menjabarkan bahwa laut yang merupakan proporsi terbesar wilayah Indonesia memiliki potensi yang luas untuk percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Sektor kelautan akan memiliki fungsi yang sangat strategis dalam mencapai pertumbuhan ekonomi 8%, sebagaimana ditargetkan oleh Presiden Prabowo. (*)

