KITAINDONESIASATU.COM – Dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor sampah plastik sebagai bahan baku daur ulang, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup telah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Langkah ini menandai komitmen Indonesia untuk menekan tumpukan sampah plastik yang pada tahun 2023 mencapai 56 juta ton, dengan 12% di antaranya merupakan sampah impor.
Deputi Pengelolaan Limbah, Rosa Vivien Ratnawati, menegaskan bahwa Indonesia harus dapat memenuhi kebutuhan bahan baku daur ulang plastik secara mandiri.
“Mulai tahun 2025, kita akan menghentikan impor sampah plastik. Dengan ekosistem pengelolaan sampah yang tengah dibangun, kami optimis bahan baku daur ulang plastik bisa dipenuhi secara mandiri di dalam negeri,” ujar Vivien, kepada kitaindonesiasatu.com, Vivien pada Rabu 6 November 2024.
KLH telah menyiapkan strategi pengelolaan sampah plastik dari hulu ke hilir. Langkah pertama adalah pemilahan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
Selain itu, KLH menargetkan pembangunan 25 ribu bank sampah sebagai pusat pengumpulan sampah terpilah. Kerja sama dengan organisasi pemulung juga digalakkan, mengingat 70% pengumpulan sampah plastik saat ini berasal dari pemulung.
Vivien mengungkapkan bahwa KLH mengajak perusahaan importir plastik, terutama di Sumatera dan Jawa, untuk mendukung pembangunan bank sampah dan berkolaborasi dengan pemulung agar dapat menerima sampah plastik lokal.



Respon (1)