“Contoh peneduh yang dapat diterapkan di Banjarmasin antara lain pohon-pohon rindang, kanopi hijau atau tanaman merambat, kanopi toko, serta kain jala atau shade net. Semua ini dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman dan membuat jalanan terasa lebih sejuk dan menarik,” jelasnya.
“Manfaat peneduh tidak hanya sebatas memberikan keteduhan, tetapi juga dapat mengurangi panas yang menyengat, meningkatkan kenyamanan warga saat berjalan kaki, mendorong lebih banyak orang untuk berjalan kaki, serta memperindah kota, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup penduduk,” tambahnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa membangun infrastruktur untuk pejalan kaki bukan hanya lebih sehat, tetapi juga lebih ekonomis dibandingkan dengan memperluas jalan untuk kendaraan bermotor.
“Mengalokasikan lahan untuk memperlebar jalan memerlukan biaya yang sangat tinggi, termasuk kompensasi kepada warga dan waktu yang lebih lama. Sementara itu, pembangunan trotoar, peneduh, dan jalur pedestrian jauh lebih efisien dari segi lahan, dan biaya konstruksinya juga lebih terjangkau. Selain itu, memperlebar jalan justru dapat meningkatkan jumlah kendaraan yang beredar, yang akhirnya tidak menyelesaikan masalah kemacetan,” ungkapnya.
Dengan solusi yang lebih praktis dan terjangkau dari pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin nomor urut 2 ini, Banjarmasin tidak hanya akan lebih ramah bagi pejalan kaki, tetapi juga lebih nyaman dan sehat untuk seluruh warganya.
“Tentu saja, pengembangan ekosistem pejalan kaki ini perlu diimbangi dengan transformasi angkutan umum agar lebih dapat diandalkan,” tutupnya. (Anang Fadhilah)***


