KITAINDONESIASATU.COM – Hizbullah meluncurkan lebih dari 50 roket dan drone ke Israel utara, menyerang beberapa rumah di Dataran Tinggi Golan yang dicaplok Israel dan melukai satu orang.
Serangan ini terjadi pada Rabu, 21 Agustus 2024, sehari setelah pertemuan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dengan mediator dari Mesir dan Qatar, saat Hamas dan Israel tampaknya menahan harapan untuk gencatan senjata di Gaza.
Mesir, yang skeptis terhadap janji gencatan senjata AS, menyatakan bahwa usulan AS hanya menawarkan janji, bukan jaminan.
Hamas tidak akan menerima tawaran ini karena tidak mencakup jaminan gencatan senjata permanen, serta tidak termasuk penarikan pasukan Israel dari koridor strategis di Gaza, yaitu koridor Philadelphia di sepanjang Mesir dan koridor Netzarim.
Hamas menolak usulan ini karena dianggap tidak memadai.
Di sisi lain, keluarga sandera Israel di Gaza menuduh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menghambat kesepakatan gencatan senjata dengan menambahkan syarat bahwa pasukan Israel harus tetap berada di koridor Philadelphi.
Sementara itu, Blinken kembali memberikan pernyataan optimis setelah pertemuan dengan Netanyahu, meskipun Hamas menganggap usulan baru tersebut sebagai kemunduran dari kesepakatan sebelumnya.
Hamas menuduh AS menyetujui persyaratan baru yang diajukan oleh Israel, yang membuat kesepakatan sulit tercapai.
Di Lebanon, konflik antara Israel dan Hizbullah berlanjut. Hizbullah menyerang Israel sebagai balasan atas serangan Israel ke Lebanon yang menewaskan satu orang.
Konflik ini telah menewaskan ratusan orang di Lebanon dan puluhan di Israel. Israel juga membunuh seorang anggota senior Fatah di Lebanon, memicu tuduhan bahwa Israel berusaha memicu perang regional.
Pada hari yang sama, sebuah kapal niaga di Laut Merah diserang, diduga oleh pemberontak Houthi Yaman, menyebabkan kapal tersebut rusak parah dan terbakar.- ***
Sumber: The Guardian


