KITAINDONESIASATU.COM – Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari kembali memberikan renungan mendalam melalui hikmah ke-91. Syekh Ibn ‘Atha’illah menegaskan pentingnya menyucikan niat dalam beramal demi menggapai keikhlasan sejati.
Hikmah ini mengingatkan setiap hamba agar tidak terjebak pada keinginan untuk diakui, dipuji, atau dinilai oleh sesama manusia.
Dalam petunjuknya, beramal yang didasari pencarian simpati makhluk hanya akan memicu kepalsuan dan mengikis kesucian ibadah. Ketergantungan pada penilaian orang lain menjadikan jiwa rapuh dan mudah tergoyahkan oleh pujian maupun celaan.
Sebaliknya, ketika seseorang meniatkan seluruh perbuatannya semata-mata karena Allah SWT, ia akan memperoleh kemerdekaan batin yang hakiki dan ketenangan jiwa yang riil.
Hikmah ke-91 ini menjadi cermin spiritual bagi setiap Muslim untuk senantiasa mengevaluasi dorongan di balik tindakan sehari-hari. Berfokus sepenuhnya pada rida Ilahi membebaskan diri dari beban ekspektasi duniawi.
Pada akhirnya, keikhlasan tanpa pamrih inilah yang menjadi kunci utama menuju kedekatan dengan Sang Pencipta serta membawa keberkahan abadi dalam setiap langkah kehidupan.(*)



