“Pertumbuhan ekonomi pada triwulan dua mencatat pertumbuhan positif 4,9 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya dan mengalami pertumbuhan sebesar 1,38 persen jika dibandingkan dengan triwulan pertama 2024,” kata Heru Budi.
Kemudian dalam kurun waktu dua tahun pihaknya dapat menjaga menjaga besaran inflasi rata-rata di bawah tahun-tahun sebelumnya. Heru mengungkapkan peran kota Jakarta amat penting sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional.
“Saya ucapkan terima kasih juga kepada para investor yang masih mempercayai Jakarta untuk melakukan investasi,” sambungnya.
Heru juga mengungkapkan jumlah realisasi investasi kumulatif PMA dan PMDN Provinsi DKI Jakarta pada periode triwulan 2 tahun 2024 sebesar 62 triliun atau 14,5% terhadap capaian realisasi PMN.
“Kontribusi Jakarta terhadap perekonomian Indonesia mencapai 16,54 persen. Jakarta memerlukan pembangunan infrastruktur yang membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 600 triliun, sementara kemampuan fiskal daerah hanya 80-an triliun setiap tahun DKI Jakarta. Sehingga dibutuhkan investasi dari dalam dan luar negeri untuk membiayai pembangunan di Jakarta,” pungkas Heru Budi. [Carlos Roy Fajarta]


