KITAINDONESIASATU.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melaporkan adanya lima kasus campak per 27 Agustus 2025.
Kabar baiknya, seluruh pasien dinyatakan sembuh tanpa adanya laporan kematian. Meski demikian, Garut tetap siaga, dan Dinas Kesehatan memperketat pemantauan demi mencegah penyebaran penyakit.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani dalam rilis yang diterima kitaindonesiasatu.com terkait kasus campak di Garut.
Hasil Lab Ungkap Genotipe Virus
Dijelaskan, berdasarkan pemeriksaan di Labkesda Jawa Barat, virus penyebab kasus campak di Garut termasuk genotipe D8.
Menurut Dinas Kesehatan, jenis ini tidak membahayakan dibanding genotipe D4 atau B3 yang muncul di daerah lain seperti Jawa Timur. Fakta ini menjadi kabar melegakan sekaligus pengingat untuk tetap waspada.
Persebaran Kasus Campak di Beberapa Kecamatan
Lima kasus campak di Garut tersebar di empat kecamatan, yaitu Garut Kota (1 kasus), Banyuresmi (2 kasus), Leles (1 kasus), dan Tarogong Kaler (1 kasus).

