KITAINDONESIASATU.COM -Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menekankan pentingnya kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, seiring dengan puncak musim hujan.
Berdasarkan laporan BMKG, curah hujan diperkirakan akan berlangsung intens hingga April 2025.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Kita harus selalu siaga menghadapi potensi bencana,” ujar Muhidin pada Rabu, 1 Januari 2025.
Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antarinstansi, seperti BPBD, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Sosial, dalam menjaga dan mengelola infrastruktur mitigasi bencana, seperti irigasi, tabat, dan normalisasi sungai.
“Bencana datang tanpa peringatan. Maka, kita yang harus siap lebih dahulu. Semua pihak harus hadir membantu masyarakat sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing,” tegasnya.
Gubernur juga meminta jajarannya memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Koordinasi dan sinergi antarinstansi adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi bencana secara efektif,” tambahnya.
Plt Kepala BPBD Kalsel, Faried Fakhmansyah, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bambang Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa BPBD telah mengoptimalkan berbagai program mitigasi. Program tersebut meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pendampingan dalam penanganan bencana, dan penyusunan peta kerawanan bencana.
“Kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Dukungan dari Gubernur sangat membantu kami dalam pelaksanaan program mitigasi ini,” ujar Bambang.


