KITAINDONESIASATU.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Barat pada Sabtu (24/1) dini hari memicu longsor dahsyat di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua. Bencana ini menelan korban besar, dengan 82 warga dilaporkan masih tertimbun material longsor, sementara tim SAR gabungan berpacu dengan waktu melakukan pencarian di tengah medan berbahaya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan dari total 113 warga yang terdampak, sebanyak 23 orang berhasil selamat dan telah diamankan, delapan orang ditemukan meninggal dunia, dan puluhan lainnya masih dalam pencarian intensif. Proses evakuasi dilakukan secara manual, melibatkan personel gabungan serta anjing pelacak K9 untuk menyisir timbunan tanah dan lumpur tebal.
Operasi pencarian dan penyelamatan ini dikoordinasikan langsung oleh Bupati Bandung Barat dengan mengerahkan kekuatan penuh dari TNI, Polri, BPBD, hingga Basarnas. Pemerintah daerah memprioritaskan penanganan korban selamat yang kini ditempatkan di tenda-tenda darurat, sembari menunggu cuaca dan kondisi tanah yang lebih stabil.
Kapolsek Cisarua, A. Y. Yogaswara, menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, didahului suara gemuruh keras yang membuat warga panik. Tak lama berselang, material tanah dan lumpur meluncur deras dari Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda, bahkan disertai banjir bandang yang memperparah situasi.
Aparat kepolisian mengimbau warga untuk menjauhi lokasi longsoran dan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil.
“Kami terus mengupayakan pencarian secara maksimal, namun keselamatan petugas tetap menjadi prioritas utama,” ujar Yogaswara.
Akibat bencana ini, puluhan rumah warga dilaporkan hancur dan tertimbun lumpur, meninggalkan kerusakan parah pada kawasan permukiman di sekitar lokasi kejadian. (*)




