News

Gencatan Senjata Membuka Jalan, Ribuan Pengungsi Palestina Kembali ke Utara Gaza

×

Gencatan Senjata Membuka Jalan, Ribuan Pengungsi Palestina Kembali ke Utara Gaza

Sebarkan artikel ini
FotoJet 3 27
Warga Palestina kembali ke Gaza. (Foto: Abdel Kareem Hana/AP)

KITAINDONESIASATU.COM – Puluhan ribu warga Palestina kembali ke Gaza utara pada Senin, 27 Januari 2025, setelah Israel membuka pos pemeriksaan militer yang telah membelah wilayah tersebut lebih dari setahun.

Pembukaan ini mengakhiri pengasingan paksa yang dikhawatirkan banyak warga akan menjadi permanen.

Di bawah cahaya pagi, ribuan pengungsi yang telah menunggu semalaman mulai berjalan menuju rumah dan tempat usaha mereka—atau reruntuhan yang tersisa.

Perjalanan mereka berlangsung sepanjang pesisir Laut Tengah menuju Kota Gaza dan wilayah utara yang sebagian besar telah hancur. Lebih dari 80.000 bangunan rusak atau musnah menurut data PBB.

Anak-anak dengan rebana, warga yang membawa hewan peliharaan, hingga orang tua dan penyandang disabilitas terlihat di antara kerumunan.

Sebagian besar membawa barang-barang penting, bersiap menghadapi kondisi sulit di tanah mereka sendiri.

Di persimpangan timur, ribuan kendaraan mengantri untuk pemeriksaan keamanan oleh kontraktor Mesir dan perusahaan keamanan swasta AS, sesuai kesepakatan gencatan senjata.

Meski banyak yang kembali ke reruntuhan, warga Palestina tetap ingin mendirikan tenda di tanah mereka sendiri.

Di Kota Gaza, kerumunan bersorak menyambut kedatangan mereka.

“Saya tidak pernah mengira bisa kembali,” ujar Osama, seorang pegawai negeri, seraya menegaskan tekad untuk tidak meninggalkan wilayah utara lagi meski ancaman masih ada.

Beberapa pengungsi kembali untuk mencari orang tercinta yang tertinggal, sementara yang lain berharap menemukan jenazah di bawah reruntuhan untuk dimakamkan dengan layak.
Reuni menggembirakan terlihat di media sosial, namun banyak pula yang diwarnai kesedihan.

Kepulangan ini sempat tertunda akibat perselisihan dalam perjanjian gencatan senjata.
Setelah pembicaraan intensif, kesepakatan baru tercapai untuk membebaskan tiga sandera dan membuka koridor menuju utara.

Blokade ketat di Gaza utara selama perang telah menyebabkan kelangkaan pangan dan ancaman kelaparan. Kini, badan-badan bantuan internasional berlomba menyediakan pasokan dasar bagi mereka yang kembali.

“Kebutuhan akan sangat besar,” kata Jonathan Crickx dari UNICEF Palestina, mengingat sebagian besar infrastruktur dasar telah hancur.

Meski demikian, banyak warga Palestina yang kembali tetap menunjukkan tekad untuk mempertahankan tanah mereka, meski dalam kondisi yang jauh dari layak.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *