Klaim ini memperkuat pandangan bahwa isu gencatan senjata 45 hari Iran memiliki dimensi politik dan psikologis.
Dalam situasi ini, kebijakan Iran tolak gencatan senjata sementara dipandang sebagai langkah untuk mencegah lawan memanfaatkan momentum jeda konflik.
Menolak usulan jeda
Iran sendiri sebelumnya telah beberapa kali menolak usulan jeda perang, termasuk gencatan senjata jangka pendek.
Sikap ini konsisten dengan pendekatan mereka dalam menghadapi konflik Iran AS Israel terbaru yang masih berlangsung intens.
Penolakan terhadap gencatan senjata 45 hari Iran didasarkan pada kekhawatiran bahwa pihak lawan akan menggunakan waktu tersebut untuk mengatasi keterbatasan logistik dan strategi.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa perang hanya dapat dihentikan jika syarat-syarat utama terpenuhi, termasuk jaminan nyata terhadap penghentian agresi. Prinsip ini menjadi dasar kebijakan Iran tolak gencatan senjata sementara.



