KITAINDONESIASATU.COM – Wacana gencatan senjata 45 hari Iran di tengah perang memicu sorotan tajam. Analis dari Tasnim News Agency menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan kebijakan Iran tolak gencatan senjata sementara dalam situasi konflik saat ini.
Menurut laporan Axios, sejumlah mediator internasional tengah mendorong kesepakatan jeda perang selama 45 hari.
Namun, skema ini dinilai tetap menyisakan konflik Iran AS Israel terbaru yang belum benar-benar mereda.
Analis menyebut bahwa gencatan senjata 45 hari Iran justru berpotensi menjadi celah bagi pihak lawan untuk memulihkan kekuatan.
Dalam konteks kebijakan Iran tolak gencatan senjata sementara, hal ini dianggap merugikan posisi strategis Teheran.
Selain itu, bayang-bayang perang dinilai tetap akan menghantui kawasan selama masa jeda tersebut. Kondisi ini membuat konflik Iran AS Israel terbaru tidak benar-benar berhenti, melainkan hanya tertunda.
Lebih jauh, laporan tersebut juga menyinggung peran Mossad dalam operasi informasi yang dikaitkan dengan narasi gencatan senjata.



