News

Gempa Myanmar: Indonesia Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan

×

Gempa Myanmar: Indonesia Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
FotoJet 12
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan yang dikirimkan ke Myanmar merupakan wujud solidaritas Indonesia terhadap negara-negara ASEAN.

“Hari ini kami mengirimkan bantuan tahap ketiga. Sebelumnya, tahap pertama telah diberangkatkan pada Senin, disusul tahap kedua pada Selasa yang dikirim dalam dua kloter. Pada tahap ketiga ini, kami mengirimkan dua pesawat, satu untuk membawa penumpang dan satu lagi untuk mengangkut bantuan logistik,” kata Pratikno, seperti ditulis Antara pada Kamis, 3 April 2025.

Menurutnya, bantuan ini tidak hanya mencerminkan solidaritas regional, tetapi juga menunjukkan peran aktif Indonesia dalam kepemimpinan ASEAN dalam menghadapi bencana di kawasan.

“Saya bersama Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Komisi VIII DPR RI, serta perwakilan dari TNI, Polri, dan kementerian/lembaga terkait akan segera bertolak ke Myanmar. Kami akan tiba di Naypyidaw petang nanti, lalu melanjutkan perjalanan ke Yangon,” tambahnya.

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Sagaing – Mandalay, Myanmar, pada Jumat (28/3), dengan getaran yang terasa hingga India, Bangladesh, Thailand, dan China.

Bencana ini diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo, menyebabkan kerusakan infrastruktur, korban jiwa, serta ribuan warga kehilangan tempat tinggal.

Sebagai respons, pemerintah Indonesia menggelar Rapat Tingkat Menteri pada Minggu (30/3) untuk menyusun strategi pengiriman bantuan. Dalam rapat tersebut, diputuskan pengiriman Tim Urban Search and Rescue (USAR), Emergency Medical Team (EMT), serta bantuan logistik guna mendukung upaya tanggap darurat di Myanmar.

Sebelumnya, tim pendahulu telah dikirim pada 31 Maret 2025 untuk melakukan asesmen awal. Sementara itu, pada 1 April 2025, tim USAR dan TNI yang terdiri dari 73 personel diberangkatkan untuk membantu operasi penyelamatan.

Menko PMK menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pengiriman bantuan ini, termasuk kementerian dan lembaga terkait serta jajaran TNI/Polri.

“Saya berterima kasih kepada semua yang telah berkolaborasi dalam misi kemanusiaan ini. Berkat kerja sama yang baik, kita bisa memberikan bantuan dengan cepat bagi saudara-saudara kita di Myanmar,” tutupnya.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *