Gubernur Jawa Barat juga mengingatkan agar semua pihak mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan operasional angkutan barang, rekayasa lalu lintas, dan penghentian proyek konstruksi selama periode mudik.
Selain itu, rekayasa lalu lintas seperti pemberlakuan ganjil-genap, contra flow, dan one way system akan diterapkan berdasarkan analisa CCTV dan laporan petugas di lapangan.
Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok
Selain pengamanan lalu lintas, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok serta BBM juga menjadi perhatian utama. Pemerintah memastikan distribusi pasokan berjalan lancar dan akan menindak tegas pelaku penimbunan.
Gubernur juga mengimbau agar pelayanan kepada masyarakat dilaksanakan dengan ramah dan responsif. Petugas di lapangan diharapkan memberikan edukasi kepada pengemudi untuk beristirahat guna menghindari microsleep, serta memastikan kondisi kendaraan dan kelengkapan rambu-rambu serta lampu penerangan jalan.
Operasi Ketupat Lodaya 2025 di Polda Jabar
Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K, Kabid Humas Polda Jabar, mengungkapkan bahwa Polda Jabar juga akan melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya 2025.
Operasi ini bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan puasa dan perayaan Idul Fitri.
Selama 17 hari operasi ini, sekitar 24.976 personel akan terlibat, dengan 341 pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu.
Polda Jabar, kata dia, telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mengatasi potensi kemacetan dan kecelakaan selama arus mudik.
Tim urai macet, yang terdiri dari Polwan dan TNI, akan ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan. Selain itu, rekayasa lalu lintas seperti contraflow, one way, dan ganjil-genap akan diterapkan guna memperlancar arus kendaraan.
Pihak berwenang juga mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati meskipun arus lalu lintas lancar, dan untuk tetap waspada terhadap potensi kecelakaan yang dapat terjadi akibat kecepatan tinggi.
Dengan adanya sinergi antara berbagai instansi, Operasi Ketupat 2025 diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Lebaran, serta memastikan kelancaran arus mudik dan balik Idul Fitri 1446 H.***


