KITAINDONESIASATU.COM – Badan anak-anak PBB melaporkan bahwa kampanye vaksinasi polio di Gaza berhasil melampaui target awal.
Hingga Rabu, 4 September 2024, tercatat sekitar 189.000 anak telah berhasil diberi vaksinasi polio oleh lebih dari 500 tim di Gaza tengah.
UNICEF menyebut kampanye ini sebagai “titik terang yang langka” di tengah konflik yang telah berlangsung hampir 11 bulan.
Israel dan Hamas menyetujui jeda terbatas dalam pertempuran untuk memfasilitasi kampanye ini, dengan harapan bahwa vaksinasi dapat diperluas ke wilayah utara dan selatan Gaza, yang paling terdampak, dalam dua fase berikutnya.
BACA JUGA: Anak Gaza Divaksin Polio di Tengah Serangan Israel
Kampanye ini diluncurkan setelah kasus polio pertama dalam 25 tahun ditemukan di Gaza pada seorang anak laki-laki berusia 10 bulan yang kini lumpuh.
Para ahli kesehatan memperingatkan potensi wabah penyakit di Gaza, di mana sebagian besar penduduk telah mengungsi berkali-kali dan hidup dalam kondisi yang buruk dengan kelaparan yang meluas. Vaksinasi tetap berlangsung meskipun pertempuran berlanjut, dengan laporan bahwa 42 orang tewas dalam 24 jam terakhir dan lebih dari 40.861 orang tewas sejak perang dimulai.
Kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina, Philippe Lazzarini, menyatakan bahwa kampanye ini menunjukkan “kemajuan yang luar biasa”.
Namun, ia menekankan perlunya gencatan senjata permanen, pembebasan semua sandera, dan akses penuh untuk pasokan kemanusiaan ke Gaza.
Meskipun kampanye polio berhasil, upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata permanen dan membebaskan sandera belum berhasil.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di koridor Philadelphia di perbatasan selatan Gaza dengan Mesir, yang menjadi titik perdebatan dalam negosiasi.
Namun, menteri urusan strategis Israel, Ron Dermer, memberi isyarat bahwa Israel mungkin siap untuk mempertimbangkan penarikan penuh dalam fase kedua kesepakatan yang dinegosiasikan. Hamas menginginkan penarikan penuh pasukan Israel sebagai syarat kesepakatan, yang menjadi salah satu hambatan utama dalam negosiasi.
Kebuntuan ini mengecewakan para sekutu internasional Israel dan anggota Dewan Keamanan PBB, yang mempertimbangkan langkah lebih lanjut jika gencatan senjata tidak tercapai. Tekanan internasional meningkat, namun jajak pendapat di Israel menunjukkan pesimisme masyarakat tentang kemungkinan tercapainya kesepakatan.- ***
Sumber: The Guardia


