News

Gaza dalam 15 Bulan Perang, Kehancuran dan Masa Depan Suram

×

Gaza dalam 15 Bulan Perang, Kehancuran dan Masa Depan Suram

Sebarkan artikel ini
FotoJet 6 9
Kehancuran akibat serangan udara dan darat Israel di Khan Younis. (Foto: Abdel Kareem Hana/AP)

KITAINDONESIASATU.COM – Israel memulai serangan udara ke Gaza pada 7 Oktober 2023, sebagai respons atas serangan Hamas yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menyandera 251 orang lainnya di Gaza.

Meski awalnya diperkirakan berlangsung beberapa minggu, konflik ini berlanjut selama 15 bulan hingga gencatan senjata diumumkan pada Januari 2025, menjadikannya perang terpanjang Israel sejak tahun 1948.

Mayoritas korban pada serangan 7 Oktober adalah warga sipil, dan skala kekerasannya belum pernah terjadi sebelumnya, demikian pula respons Israel yang mengakibatkan tuduhan genosida dari berbagai kelompok hak asasi manusia dan beberapa negara.

Baca Juga  Ini Jenderal Paling Dicari atas Kejahatan Genosida di Gaza

Afrika Selatan bahkan membawa kasus ini ke mahkamah internasional.

Hingga kini, dampak perang terhadap Gaza sangat luas. Lebih dari 46.000 warga Palestina tewas, termasuk 13.319 anak-anak.

Sekitar 110.000 lainnya terluka, banyak yang mengalami cedera berat seperti amputasi dan luka kepala. Selain itu, ribuan orang diduga masih terkubur di bawah puing-puing bangunan.

Kerusakan infrastruktur sangat parah. Banyak bangunan rumah di Gaza hancur atau rusak, sementara 1,9 juta penduduk atau 90% populasi harus mengungsi.

Sebagian besar kini tinggal di tempat penampungan darurat dengan kondisi yang memprihatinkan. Infrastruktur penting seperti sekolah dan rumah sakit juga hancur; 95% sekolah rusak dan tidak berfungsi, mengakibatkan 660.000 anak putus sekolah.

Baca Juga  Angelina Jolie Kembali Suarakan Dukungan untuk Gaza

Sebanyak 654 serangan terhadap fasilitas kesehatan tercatat, menewaskan lebih dari 1.000 tenaga medis.

Kekurangan bahan pokok dan kendali Israel atas masuknya bantuan memperburuk situasi.
Kelaparan meluas, hampir semua anak di bawah usia dua tahun menderita kekurangan gizi.
Kerusakan lingkungan juga signifikan, termasuk pencemaran tanah dan air akibat serangan.

Israel berpendapat bahwa target serangannya adalah Hamas, yang menurutnya menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.

Namun, laporan PBB dan kelompok internasional menuduh Israel melakukan kejahatan perang, termasuk penghancuran sistem kesehatan dan infrastruktur di Gaza.

Baca Juga  Serangan Brutal Israel di Gaza, ICMI Serukan Aksi Internasional untuk Palestina

Jumlah korban perang di Gaza melampaui 46.000 jiwa, sementara sekitar 1.200 orang tewas di Israel pada awal konflik.

Perang ini meninggalkan dampak jangka panjang yang menghancurkan terhadap warga Gaza, termasuk kehilangan nyawa, rumah, pendidikan, dan kesehatan.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *