Salah satu temuan awal adalah sistem pendinginan makanan yang tidak memadai dan kebersihan tempat penyimpanan bahan makanan yang buruk.
Program MBG di Ujung Tanduk?
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi penyelenggara program MBG nasional. Setelah insiden di Sumedang, Garut, dan kini Ciamis, kepercayaan publik mulai goyah. Padahal, MBG dirancang untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah, terutama di daerah terpencil. Namun, tanpa pengawasan ketat dan standar operasional yang benar-benar diterapkan, program mulia ini justru bisa membahayakan nyawa.
Dengan evaluasi program MBG pasca-keracunan yang sedang berlangsung, pemerintah daerah dan pusat dituntut lebih transparan dan tegas. Apakah SPPG di bawah pengawasan ketat sudah cukup? Atau perlu sistem monitoring digital real-time?
Yang jelas, Bupati Ciamis tanggapi keracunan massal dengan cepat dan tegas—dan dunia menunggu apakah langkah ini akan menjadi awal dari reformasi besar dalam penyaluran MBG di seluruh Indonesia.***

