KITAINDONESIASATU.COM – Lagi-lagi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan setelah 47 siswa SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis, mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program tersebut pada Selasa (30/9/2025). Para siswa mengeluhkan mual, muntah, dan pusing hebat, memicu kepanikan di lingkungan sekolah dan wali murid.
Bupati Ciamis, Herdiatt Sunarya, mengonfirmasi bahwa dari total 608 siswa yang seharusnya mendapat jatah MBG, hanya 422 siswa yang telah menerima distribusi makanan. Dari jumlah itu, sebanyak 47 siswa dinyatakan mengalami gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan tersebut.
Menurut data Dinas Kesehatan Ciamis, 16 korban dirawat intensif di Puskesmas Pamarican, sementara 2 siswa dirujuk ke Rumah Sakit Banjar karena kondisi dehidrasi berat. Sisanya dirawat di rumah dengan pantauan tenaga medis desa.
Hasil uji awal menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus pada sampel makanan—mirip dengan kasus serupa di Sumedang dan Garut.
Bupati: Evaluasi Total dan Ancaman Penutupan SPPG
Bupati Herdiat menegaskan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti keracunan, termasuk mengambil sampel makanan, air, dan peralatan dapur untuk dianalisis di laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL).


