News

Gaji Anggota DPR Dikabarkan Tembus Rp3 Juta Per Hari, Publik Ramai Kritik

×

Gaji Anggota DPR Dikabarkan Tembus Rp3 Juta Per Hari, Publik Ramai Kritik

Sebarkan artikel ini
Gaji Anggota DPR Dikabarkan Tembus Rp3 Juta Per Hari, Publik Ramai Kritik
Gaji Anggota DPR Dikabarkan Tembus Rp3 Juta Per Hari, Publik Ramai Kritik

KITAINDONESIASATU.COM – Isu mengenai kenaikan gaji anggota DPR kembali menjadi sorotan setelah beredar kabar bahwa jumlahnya kini setara Rp3 juta per hari. Informasi ini mencuat usai muncul pernyataan dari Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin.

Hal tersebut terungkap melalui unggahan akun Twitter @randomable_ pada 15 Agustus 2025. Dalam cuitannya, akun tersebut membagikan tangkapan layar berisi keterangan TB Hasanuddin yang menyebutkan gajinya kini mencapai lebih dari Rp100 juta per bulan.

Menurut TB Hasanuddin, kenaikan itu terjadi karena anggota DPR tidak lagi mendapatkan fasilitas rumah, melainkan diganti dengan tunjangan senilai Rp50 juta.

Baca Juga  HUT Bhayangkara ke-79, Mendagri: Polri Makin Humanis, Hadir Sebagai Sahabat dan Penegak Keadilan

“Kan tidak dapat rumah. Dapat rumah itu tambah Rp50 juta. Jadi take home pay itu lebih dari Rp100 (juta), so what gitu loh,” ujarnya.

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap ucapan Wakil Ketua Komisi II DPR, Zulfikar Arse Sadikin, yang sebelumnya menyinggung sulitnya memperoleh uang halal dalam dunia politik. Menurut Hasanuddin, hal tersebut tidak mungkin terjadi karena gaji anggota DPR sudah terhitung besar.

“Bayangkan saja kalau dibagi Rp3 juta, bayangkan kalau dengan mohon maaf ya, dengan wartawan sehari berapa ya? Iya. Saa sudah bersyukur saya, buat saya. Bersyukur sekali,” tandasnya.

Baca Juga  Pariwisata Bangkit! DPR Dukung Kebijakan Penurunan Harga Tiket Domestik

Cuitan mengenai gaji DPR ini viral dan ditonton lebih dari 1,6 juta kali di platform X. Respons warganet pun beragam, mayoritas mengkritik tingginya penghasilan anggota DPR dibanding profesi lain.

“Katanya fakir miskin dan anak terlantar dipeliharan oleh negara, ternyata kebalikannya ya. Pejabat-pejabatnya yang dipelihara oleh negara, bahkan guru dan dosen yang kerjanya nyata dianggap beban negara, miris,” tulis akun @aizati_33.

“Ini yang lucu dan aneh di Indonesia. Orang yang kerjanya gak jelas digaji sebegitu besarnya, sementar aguru dan dosen yang jelas-jelas vital digaji sebegitu rendah. Aneh asli aneh,” jelas akun @wahyuadiguna.

Baca Juga  Inilah Cara Hitung Skor SKD dan Jadwal CPNS Selanjutnya

“Seharusnya ada peraturan gaji DPR yang gajinya diatas 50 juta gajinya kena PAAT alias jadi milik negara itu baru adil, lumayan kan biar negara bisa bayar utang ke negara lain,” tambah akun @cenulpalnul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *