“Apabila terjadi eskalasi, kami juga sudah bisa menyiapkan personel jajaran,” tuturnya.
Skema tersebut membuat pengamanan tidak hanya mengandalkan kekuatan yang sudah ditempatkan sejak awal. Penambahan personel dapat dilakukan apabila situasi di sekitar stadion membutuhkan penguatan.
Libatkan TNI hingga Satpol PP
Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 di Kabupaten Bandung juga tidak dilakukan oleh kepolisian seorang diri. Polda Jabar menyiapkan koordinasi bersama berbagai unsur untuk memperkuat penjagaan selama turnamen berlangsung.
Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta elemen pengamanan pendukung lainnya turut dilibatkan dalam operasi tersebut.
Kolaborasi lintas instansi diperlukan untuk mengawasi kawasan stadion secara menyeluruh. Selain menjaga keamanan pertandingan, koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi perubahan situasi yang dapat terjadi selama rangkaian laga.
Dengan kekuatan awal 2.026 personel dan skema yang dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan, Polda Jabar memastikan pengamanan di Stadion Si Jalak Harupat disiapkan secara fleksibel mengikuti perkembangan situasi di lapangan.***





