Testimoni dan Dampak Langsung bagi Peserta
Berbagai testimoni positif datang dari para peserta yang mengikuti Festival Diburuan Jilid III. Banyak dari mereka merasa terbantu dan termotivasi setelah mengikuti rangkaian acara ini.
“Saya awalnya ragu untuk memulai usaha karena keterbatasan saya, tetapi setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi percaya diri bahwa saya juga bisa,” ujar Budi, salah satu peserta penyandang disabilitas.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ibu Siti, seorang peserta dari kalangan ibu-ibu rumah tangga. “Materinya sangat praktis dan bisa langsung diterapkan. Saya jadi punya gambaran jelas tentang bagaimana memulai usaha kecil-kecilan dari rumah.”
Dampak positif juga terlihat dari jaringan yang terbentuk antar peserta. Banyak dari mereka yang saling bertukar informasi dan bahkan berencana untuk berkolaborasi dalam pengembangan usaha ke depannya.
Penutup dan Pesan Utama
Rama Chandra Jaya selaku ketua Pengabdian Kepada Masyarakat, mengucapkan terimakasih atas dukungan yang membuat kegiatan ini berjalan lancar.
“Terima kasih atas Hibah yang diberikan oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) 2025, Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi melalui Universitas INABA, serta dukungan dari Rektor, Wakil Rektor, LPPM dan seluruh civitas akademika Universitas INABA yang membuat kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berjalan lancar,” ujarnya.
Festival Diburuan Jilid III membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang baik antara berbagai pihak, dampak positif yang signifikan dapat diciptakan bagi masyarakat. Acara ini tidak hanya memberikan pembekalan keterampilan, tetapi juga membangun mental wirausaha yang kuat dan jaringan yang saling mendukung.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan akan lahir lebih banyak wirausahawan baru yang tidak hanya mampu menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Semangat inovasi, kreativitas, dan ketekunan yang ditunjukkan oleh para peserta, khususnya penyandang disabilitas, menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama ada kemauan dan dukungan yang tepat.
Festival Diburuan Jilid III menutup rangkaian acaranya dengan harapan bahwa semangat yang dibangun akan terus menyala dan menginspirasi lebih banyak lagi orang untuk berani mengambil langkah dalam dunia wirausaha. Karena pada akhirnya, kemandirian ekonomi adalah salah satu kunci utama untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya. (*)
Baca juga: Pemberdayaan Difabel Desa Cimareme: Mengubah Bambu Menjadi Peluang Ekonomi Berkelanjutan
Oleh: Rama Chandra Jaya
Disunting Oleh: BiiHann ^^


