KITAINDONESIASATU.COM – Seekor ikan oarfish, makhluk laut dalam yang jarang terlihat dan sering dianggap sebagai simbol pertanda buruk, kembali terdampar di pantai California untuk kedua kalinya tahun ini.
Menurut Scripps Institution of Oceanography di Universitas California, San Diego, salah satu mahasiswanya menemukan ikan sepanjang sekitar 9-10 kaki di pantai Encinitas, California Selatan, pekan lalu. Demikian ditulis The Guardian pada Jumat, 15 November 2024.
Ikan ini, dengan tubuh panjang berbentuk pita, biasanya hidup di zona mesopelagik, wilayah laut dalam yang tidak tersentuh cahaya.
Ikan oarfish sering dijuluki sebagai “ikan kiamat” karena mitos yang menghubungkannya dengan prediksi bencana, seperti ketika 20 ekor ditemukan di Jepang beberapa bulan sebelum gempa bumi besar pada 2011.
BACA JUGA: Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih Pilihan Trump
Penemuan terbaru ini mengikuti insiden serupa pada Agustus lalu, ketika kelompok penggemar kayak dan snorkel menemukan ikan oarfish sepanjang 12 kaki yang sudah mati mengapung di lepas pantai San Diego.
Kejadian ini sangat langka, karena ikan oarfish hanya tercatat terdampar di California sebanyak 20 kali sejak 1901, menurut Ben Frable, pakar ikan dari Scripps Institution.
Dia menyebut bahwa perubahan kondisi laut dan meningkatnya populasi ikan oarfish mungkin menjadi faktor penyebab meningkatnya kemunculan mereka.
Frable juga mengaitkan fenomena ini dengan pola cuaca global seperti El Niño dan La Niña, meskipun ia menekankan bahwa banyak variabel lain yang memengaruhi peristiwa ini.
Penemuan ikan oarfish ini memberikan peluang penting bagi para ilmuwan.
Spesimen yang ditemukan pekan lalu diambil sampelnya dan disimpan dalam koleksi vertebrata laut untuk penelitian lebih lanjut.
Penelitian sebelumnya pada spesimen Agustus bahkan menghasilkan analisis organ dan pembuatan “genom tingkat kromosom berkualitas tinggi pertama,” memberikan wawasan berharga tentang spesies unik ini.- ***
Sumber: The Guardian


