KITAINDONESIASATU.COM – Situasi di Timur Tengah kembali berada di ambang konflik besar setelah Iran meluncurkan rentetan rudal balistik ke wilayah Israel pada Selasa (24/3/2026) pagi. Suara ledakan keras dilaporkan terdengar di langit Yerusalem dan Tel Aviv, memicu kepanikan warga yang segera berhamburan mencari perlindungan di bunker-bunker bawah tanah.
Sistem pertahanan udara Israel, Iron Dome, bekerja ekstra keras menghalau proyektil yang datang dalam gelombang besar. Cahaya kilat dari intersepsi rudal menghiasi langit malam, sementara sirene peringatan dini terus meraung di seluruh penjuru negeri.
Pihak otoritas keamanan Israel mengonfirmasi bahwa serangan ini merupakan salah satu eskalasi paling serius dalam beberapa bulan terakhir.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur secara detail. Namun, beberapa serpihan rudal dilaporkan jatuh di area pemukiman warga. Perdana Menteri Israel segera menggelar rapat kabinet darurat untuk menentukan langkah balasan terhadap serangan langsung dari Teheran ini.
Dunia internasional kini menyoroti dampak dari ketegangan ini, terutama terkait stabilitas pasokan energi dan keamanan jalur penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Para pemimpin dunia menyerukan kedua belah pihak untuk menahan diri guna mencegah terjadinya perang terbuka yang lebih luas yang dapat melumpuhkan ekonomi global.(*)


