KITAINDONESIASATU.COM -Enam titik api berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah teridentifikasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Informasi ini disampaikan Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi BMKG, Tari Kupang, Helni Megamila.
“Enam hotspot ini tersebar di Sumba Timur, Manggarai Timur, Kupang Amfoang Timur, dan Manggarai. Jumlah ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan sebelumnya yang mencapai 24 titik,” jelas Helni dalam keterangan yang dirilis pada Minggu 13 Oktober 2024.
Helni mengatakan, jumlah hotspot yang terdeteksi memang diketahui menurun. Namun karena NTT masih berada dalam fase musim kemarau, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kebakaran, terutama di pulau-pulau yang berisiko tinggi.
Baca Juga : Karhutla Mengancam, BNPB Kirim Bantuan Ekstra untuk Kalsel
Helni juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan lebih peduli terhadap lingkungan, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Hal ini penting mengingat cuaca yang panas dan angin kencang,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa prakiraan cuaca menunjukkan beberapa daerah di NTT, khususnya Flores, akan memasuki musim hujan pada akhir bulan ini.


