KITAINDONESIASATU.COM– Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mempercepat pembangunan kota terus digalakkan melalui penguatan sinergi lintas lembaga. Kali ini, Pemkot Bogor bersama Kantor Pertanahan (BPN) Kota Bogor menjalin kolaborasi strategis dalam berbagai bidang yang berkaitan langsung dengan tata kelola pertanahan dan pemanfaatannya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menuturkan, ada sejumlah isu produktif yang dibahas bersama jajaran BPN Kota Bogor dalam pertemuan tersebut. Mulai dari pemanfaatan peta bidang tanah digital, optimalisasi pendapatan melalui Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), percepatan sertifikasi tanah wakaf, hingga penyelesaian dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
“Nah kalau disinergikan dengan peta bidang PBB tentunya ini akan mengoptimalkan pendapatan. Di samping itu juga tadi ada dorongan bagaimana BPHTB juga bisa kita jadikan sebagai potensi pendapatan yang maksimal, efektif selama memang koordinasi kolaborasinya terjalin,” ucap Dedie A. Rachim usai pertemuan dengan Kantor Pertanahan Kota Bogor, Selasa 5 Agustus 2025.
Salah satu fokus utama adalah percepatan sertifikasi tanah wakaf. Dedie menyebut, masih banyak masjid, mushala, rumah ibadah, dan pesantren di Kota Bogor yang belum memiliki sertifikat wakaf. Karena itu, ia mendorong para pengurus rumah ibadah agar segera mendaftarkan tanah wakaf untuk memperoleh alas hak secara resmi.
“Dengan begitu ketika Pemerintah Kota Bogor ingin mendistribusikan anggaran bantuan sosial untuk sarana prasarana keagamaan maka itu sudah terpenuhi. Ini memberikan keuntungan bagi para pemilik atau pengelola tanah wakaf untuk dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, secara simbolis diserahkan sertifikat wakaf kepada para pengurus tempat ibadah, sebagai bentuk komitmen bersama mempercepat legalisasi aset keagamaan di Kota Bogor.
Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor, Akhyar Tarfi, menyambut positif kolaborasi yang terus terjalin dengan Pemkot Bogor. Menurutnya, dukungan kepala daerah sangat penting dalam mempercepat program-program strategis pertanahan yang berdampak langsung terhadap pembangunan.
“Dan juga yang paling penting lagi, hari ini kita memprioritaskan empat program kerja. Target kami hari ini alhamdulillah sangat didukung oleh Wali Kota beserta seluruh jajarannya,” ujar Akhyar.
Empat fokus program yang dimaksud antara lain percepatan sertifikasi aset milik Pemkot Bogor, percepatan sertifikat tanah wakaf, fasilitasi percepatan penyusunan RDTR, serta integrasi peta pertanahan untuk peningkatan PAD.


