KITAINDONESIASATU.COM – Elon Musk baru-baru ini menghapus unggahannya di platform media sosial X, yang menyatakan bahwa “tidak seorang pun mencoba membunuh” Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris”.
Unggahan itu muncul setelah adanya laporan tentang upaya pembunuhan terhadap mantan Presiden Donald Trump saat sedang bermain golf.
Musk, yang memiliki hampir 200 juta pengikut di platform yang ia beli seharga $44 miliar pada tahun 2022, telah menunjukkan pandangan politik yang semakin konservatif dan menyuarakan dukungannya untuk Trump.
Meski kerap menghapus beberapa unggahannya, Musk sering kali tetap bertahan atau bahkan memperkuat pernyataan-pernyataan kontroversialnya.
Pekan lalu, misalnya, ia membuat lelucon tentang menghamili Taylor Swift setelah penyanyi tersebut menyatakan dukungannya untuk Kamala Harris.
Pada Senin pagi, setelah menghapus unggahannya mengenai dugaan pembunuhan Trump, Musk menulis: “Satu hal yang saya pelajari adalah hanya karena saya mengatakan sesuatu yang membuat orang tertawa, bukan berarti itu akan lucu jika diposting di X.”
Komentar awal Musk itu muncul sebagai tanggapan terhadap pengguna bernama DogeDesigner yang bertanya, “Mengapa ada yang ingin membunuh Donald Trump?”.
Unggahan Musk dengan cepat mendapat kecaman dari banyak pengguna, dan tagar “DeportElonMusk” menjadi trending di platform tersebut.
Juru bicara Gedung Putih, Andrew Bates, menanggapi dengan mengatakan, “Kekerasan harus dikecam, bukan dijadikan bahan lelucon,” menyebut pernyataan Musk sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.
CEO Tesla ini juga telah beberapa kali terlibat dalam kontroversi, termasuk mengunggah teori konspirasi dan berselisih dengan pemimpin dunia serta politisi.
Musk juga dikritik sebelumnya atas unggahan yang dinilai mendorong kekerasan. Misalnya, bulan lalu pemerintah Inggris meminta Musk bertindak lebih bertanggung jawab setelah ia memposting serangkaian unggahan yang dianggap memicu kerusuhan di negara tersebut.- ***
Sumber: The Guardian
