News

Eks TNI AL Jadi Tentara Rusia, Satria Arta Akhirnya Minta Pulang, Ini Profil Lengkapnya

×

Eks TNI AL Jadi Tentara Rusia, Satria Arta Akhirnya Minta Pulang, Ini Profil Lengkapnya

Sebarkan artikel ini
Satria Arta Kumbara
Eks Marinir TNI AL, Satria Arta Kumbara. (Dok. TikTok @zstorm689)

KITAINDONESIASATU.COM –  Satria Arta Kumbara, Mantan anggota Korps Marinir TNI Angkatan Laut ini mendadak muncul lewat sebuah video yang viral di TikTok, menyampaikan permintaan maaf sekaligus harapan bisa pulang ke Indonesia.

Satria bukan orang biasa. Ia pernah berdinas sebagai Sersan Dua di Inspektorat Korps Marinir (Itkormar), Cilandak, Jakarta Selatan. Namun, hidupnya berubah drastis sejak ia melakukan desersi pada 13 Juni 2022. Akibatnya, ia dipecat tidak hormat dari TNI AL melalui putusan pengadilan militer yang telah inkrah pada April 2023.

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/news/banjir-protes-dedi-mulyadi-tetap-bersikeras-larang-study-tour-pelajar/

Nama Satria sontak jadi sorotan pada Mei 2025, ketika terungkap bahwa ia telah bergabung sebagai tentara bayaran Rusia dalam konflik bersenjata di Ukraina. Tak hanya itu langkahnya menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia membuatnya otomatis kehilangan status sebagai warga negara Indonesia.

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/hukum/kejagung-bongkar-peran-7-pejabat-bank-dalam-skandal-kredit-fantastis-sritex/

Kini, lewat akun TikTok @zstorm689, Satria menyampaikan isi hatinya. Dalam video berdurasi beberapa menit, wajahnya tampak lelah tapi tulus. Ia menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto, Wapres Gibran Rakabuming, dan Menlu Sugiono.

“Mohon maaf sebesar-besarnya, saya tidak tahu bahwa tanda tangan saya menyebabkan kewarganegaraan saya hilang. Saya hanya datang ke sini untuk mencari nafkah,” ujarnya lirih.

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/news/pip-tak-kunjung-masuk-rekening-ini-5-penyebab-yang-harus-segera-kamu-cek/

Satria mengaku keputusan bergabung dengan militer Rusia bukan karena ideologi atau politik, tapi semata karena desakan ekonomi. Ia berharap bisa memutus kontrak dengan Rusia dan kembali menjadi WNI.

Respons pun datang dari pemerintah. Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa mereka masih berkomunikasi dengan Satria melalui KBRI Moskow. Namun, urusan status kewarganegaraan berada di bawah kewenangan Kementerian Hukum dan HAM.

“KBRI terus memantau dan berkomunikasi. Soal status kewarganegaraan, itu ranah Kemenkumham,” kata Jubir Kemenlu, Rolliansyah Soemirat, Selasa, 22 Juli 2025. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *