News

Eks Marinir Satria Arta Kumbara Ingin Pulang dari Rusia, Akui Kesalahan dan Minta Status WNI Dikembalikan

×

Eks Marinir Satria Arta Kumbara Ingin Pulang dari Rusia, Akui Kesalahan dan Minta Status WNI Dikembalikan

Sebarkan artikel ini
Eks Marinir Satria Arta Kumbara Ingin Pulang dari Rusia, Akui Kesalahan dan Minta Status WNI Dikembalikan
Eks Marinir Satria Arta Kumbara Ingin Pulang dari Rusia, Akui Kesalahan dan Minta Status WNI Dikembalikan

KITAINDONESIASATU.COM – Nama Satria Arta Kumbara, mantan anggota Marinir TNI AL yang pernah menjadi tentara bayaran di Rusia, kembali ramai diperbincangkan usai video pengakuannya viral di media sosial. Dalam video tersebut, Satria yang kini berada di Rusia mengaku pernah bergabung dalam konflik bersenjata sebagai tentara bayaran. Ia juga menyatakan keinginannya untuk kembali ke Indonesia, meski menyandang status sebagai desersi militer.

Dipecat dari TNI AL Sejak 2023

Satria Arta Kumbara resmi dipecat dari Korps Marinir TNI AL berdasarkan keputusan in absentia oleh Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada 6 April 2023. Ia terbukti melakukan desersi sejak 13 Juni 2022 dan dijatuhi hukuman penjara satu tahun serta diberhentikan tidak dengan hormat.

Terancam Kehilangan Status WNI

Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, menyebut bahwa status kewarganegaraan seseorang otomatis gugur jika bergabung dengan militer asing tanpa izin Presiden. Dalam sistem Kemenkumham, Satria diketahui tak pernah mengajukan izin tersebut. Pemerintah kini berkoordinasi dengan KBRI di Rusia untuk menyampaikan bahwa status WNI-nya telah dinyatakan hilang.

Ingin Pulang karena Tak Ingin Kehilangan WNI

Melalui video yang beredar di TikTok pada 20 Juli 2025, Satria menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo, Wapres Gibran, dan Menlu Sugiono. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa kontrak militer dengan Rusia dapat menyebabkan kehilangan kewarganegaraan. Ia memohon agar bisa kembali ke tanah air.

Gabung Tentara Bayaran karena Ekonomi

Satria mengakui keputusannya bergabung sebagai tentara bayaran murni karena tekanan ekonomi, bukan karena niat mengkhianati Indonesia. Ia berharap pemerintah Indonesia bisa membantunya keluar dari kontrak tersebut.

TNI AL Tak Akan Campur Tangan

Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul menegaskan bahwa TNI AL tak akan mencampuri urusan ini karena Satria sudah tidak lagi menjadi anggota militer. Segala keputusan terkait status dan kepulangannya diserahkan kepada Kemenlu dan Kemenkumham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *