News

Dunia Tari Berduka! Maestro Tari Sunda Irawati Durban Wafat, Warisan Budaya yang Tak Ternilai

×

Dunia Tari Berduka! Maestro Tari Sunda Irawati Durban Wafat, Warisan Budaya yang Tak Ternilai

Sebarkan artikel ini
Irawati Durban Ardjo
Irawati Durban Ardjo meninggal dunia. (FB)

Debut Irawati Durban sebagai penari dimulai pada tahun 1955 dan menjadi awal perjalanan kariernya sebagai penari, koreografer, dan pelestari seni tari tradisional.

Renovasi Tari Merak, Surengpati, dan Srenggana pada 1965, serta penciptaan Tari Balon, Tari Bambu, Tari Puspa Apsari, hingga Tari Simbar Kembar menunjukkan kecintaannya pada budaya Sunda.

Meski sempat menempuh pendidikan Arsitektur Interior di ITB, arah hidup Irawati Durban Ardjo justru mengalir pada seni tari. Ia mengajar di Universitas Parahyangan dan STSI Bandung (kini ISBI) hingga pensiun pada 2008, terus menyalurkan semangat pelestarian budaya Sunda kepada generasi muda.

Pada 1974, Irawati Durban menjadi pengajar Tari Sunda di Centre for World Music, University of California.

Dari situ ia mengenalkan keindahan budaya Sunda di panggung internasional dan sering mengikuti misi kesenian Indonesia sejak 1957.

Dedikasinya mengangkat seni tari menjadikannya duta budaya yang mengharumkan nama bangsa.

Puncak pengabdian Irawati Durban Ardjo terlihat dengan berdirinya Pusat Bina Tari Irawati Durban (Pusbitari ID) pada 1986.

Lembaga ini menjadi pusat pelestarian seni tari Sunda melalui kursus, pertunjukan, dan penciptaan karya baru. Keberadaan Pusbitari ID membantu menjaga kelestarian budaya Sunda bagi generasi penerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *