KITAINDONESIASATU.COM – Menjamurnya situs judi online di Indonesia kian mengkhawatirkan, hal ini membuat sejumlah kepala daerah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan memberikan sosialisasi sejak dini bahaya judi online.
Akademisi Universitas 17 Agustus, Fernando Emas mendukung langkah Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi yang memberikan sosialisasi dan edukasi kepada siswa/siswi terkait bahaya judi online.
“Saya mendukung semua pihak dalam memberantas judi online termasuk yang dilakukan oleh Pj Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi,” kata Fernando saat dikonfirmasi redaksi Kitaindonesiasatu.com, Rabu 13 November 2024.
Namun, Direktur Rumah Politik Indonesia ini berharap Pemprov DKI dapat menggandeng pemuka agama dan tokoh masyarakat agar pembinaan edukasi terhadap bahaya judi online dapat berjalan masif.
“Saya berharap kepada pak Pj Teguh juga dapat libatkan para tokoh agama dan masyarakat untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat agar tidak terlibat judi online,” imbuhnya.
“Begitu juga bekerjasama dengan kepolisian untuk mencegah dan memberantas judi online di wilayah Jakarta,” tambah Fernando.
Sebelumnya, Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi menghadiri kegiatan Edukasi dan Pelatihan Literasi Digital bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Intiland Teduh Semper Barat dan SMAN 92 Jakarta, pada Selasa (12/11).
Dengan mengusung tema ‘Pencegahan dan Penanganan Judi Online di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat’, Pj Gubernur Teguh berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman terkait bahaya judi online, sehingga masyarakat terlindungi dari aktivitas digital yang merugikan.
“Diperlukan pembekalan literasi digital yang baik bagi orang tua dan anak untuk menghindari risiko kekerasan berbasis gender online, termasuk judi online yang tidak diinginkan. Selain itu, orang tua perlu berperan dalam mendampingi anak-anak saat berinteraksi di dunia maya secara aman dan bijak,” terang Pj Gubernur Teguh.


