Menanggapi hal tersebut, Plt Kadis Perhubungan Medan dan Kasatlantas Polrestabes Medan setuju untuk melakukan rekayasa lalu lintas di pintu Tol Bandar Selamat agar tidak ada aktivitas penyeberangan di lokasi tersebut.
“Kami (Dishub Medan) dan Satlantas Polrestabes Medan akan segera memeriksa lokasi untuk merencanakan rekayasa arus lalu lintas,” ujar Suriono.
Suriono juga menjelaskan bahwa salah satu penyebab ‘Pak Ogah’ di sana adalah karena tidak berfungsinya traffic light. Oleh karena itu, Dishub Medan akan berkoordinasi dengan Jasa Marga dan BPTD untuk mengaktifkan kembali traffic light tersebut.
“Jalan Letda Sudjono merupakan jalan nasional, sehingga kami akan bekerja sama dengan Jasa Marga dan BPTD untuk mengaktifkan kembali traffic light,” tambah Suriono.
Sementara itu, Plt Kadis SDABMBK Medan, Gibson Panjaitan, mengatakan pihaknya sudah berupaya menangani masalah banjir, namun sering terkendala oleh kewenangan.
“Kami berusaha menangani masalah ini karena keluhan warga, namun terkadang terhambat oleh kebijakan Jasa Marga yang khawatir akan merubah struktur tanah,” ungkap Gibson.
Gibson berharap semua pihak, termasuk Balai Jalan, Jasa Marga, Pemkab Deliserdang, dan pengembang sekitar, dapat mendukung Pemko Medan dalam mengatasi masalah banjir.
“Berikan kami ruang untuk normalisasi dan pembuatan kolam penampung dengan pompa air,” harapnya.
Camat Medan Tembung, Muhammad Pandapotan Ritonga, menambahkan bahwa banjir merupakan penyebab utama kemacetan dan tindakan kejahatan di area tersebut. Ia berharap masalah ini dapat segera diselesaikan.


