News

DPR Soroti Peluang Penurunan Biaya Haji Melalui Efisiensi

×

DPR Soroti Peluang Penurunan Biaya Haji Melalui Efisiensi

Sebarkan artikel ini
FotoJet 34
Jemaah haji Indonesia

KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi VIII DPR RI, An’im Falachuddin, mengungkapkan bahwa masih ada peluang untuk menurunkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan memangkas pengeluaran yang kurang efisien.

Salah satu langkah yang diusulkan adalah menekan biaya penerbangan tanpa mengurangi kualitas pesawat yang digunakan untuk memberangkatkan jamaah ke tanah suci.

“Kita perlu membahas lebih lanjut agar biaya penerbangan dan akomodasi dapat lebih terjangkau,” ujar Gus An’im, sapaan akrabnya, seperti ditulis Parlementaria pada Minggu (5/1/2024).

Selain itu, Gus An’im juga menyoroti biaya katering yang dianggap bisa diefisienkan tanpa mengorbankan kualitas.

Menurutnya, katering jamaah harus tetap memenuhi standar gizi, kebersihan, dan kebutuhan khusus, terutama bagi jamaah lanjut usia.

“Harga katering bisa ditekan lagi tanpa menurunkan kualitas,” kata politisi dari Fraksi PKB ini.

Gus An’im menyepakati usulan agar pembagian biaya haji dilakukan dengan proporsi 60 persen dari jamaah dan 40 persen dari nilai manfaat.

Namun, ia menyarankan agar proporsi tersebut diupayakan menjadi 50:50 untuk meringankan beban jamaah.

Ia juga mendorong Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk mengambil langkah inovatif dalam mengelola pembiayaan haji, agar tidak semakin membebani jamaah dalam jangka panjang.

Menurutnya, meskipun BPKH telah dipisahkan dari Kementerian Agama untuk fokus pada investasi, hasil nyata dari pengelolaan tersebut belum terlihat.

Lebih lanjut, ia mengusulkan efisiensi dalam pelaksanaan manasik haji yang dilakukan oleh Kemenag.

Selama ini, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) sering mengadakan manasik rutin sebelum keberangkatan, sehingga peran Kemenag dapat diminimalkan.

Gus An’im juga menekankan pentingnya memberikan pelatihan manasik kepada jamaah haji cadangan, yang sering kali tidak sempat mengikuti manasik karena pemberitahuan keberangkatan yang mendadak.

“Setidaknya, jika ada panggilan haji meski sebagai cadangan, mereka tetap mendapatkan pelatihan manasik,” pungkasnya.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *