News

DPR: Pemerataan BBM Satu Harga Bukan Kemewahan, Tapi Kebutuhan

×

DPR: Pemerataan BBM Satu Harga Bukan Kemewahan, Tapi Kebutuhan

Sebarkan artikel ini
SPBU Pertamina menjual bbm non subsidi yang turun mulai hari ini, Sabtu (29/3/2025). (Ist)
Pemerataan harga BBM

KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi XII DPR RI, Mulyadi, mendorong penerapan program BBM satu harga secara merata di seluruh wilayah Sumatera Barat (Sumbar).

Menurutnya, pemerataan harga BBM merupakan bentuk nyata dari keadilan energi yang harus dirasakan seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di daerah terpencil.

“Layanan Pertamina harus menjangkau semua wilayah Sumbar, termasuk dalam hal harga. BBM satu harga wajib diterapkan hingga pelosok,” ujar Mulyadi, seperti ditulis dpr.go.id pada Minggu, 20 April 2025.

Ia mencontohkan keberhasilan pembangunan SPBU di Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang sebelumnya tidak memiliki SPBU. Warga setempat dulunya harus membeli BBM dari pengecer dengan harga jauh di atas harga resmi.

Baca Juga  Hasil Quick Count Pilkada Kalsel Diumumkan Pukul 16.00 WIB, Siapa yang Terpilih?

Setelah hadirnya SPBU, mereka akhirnya menikmati harga BBM yang setara dengan wilayah perkotaan.

Mulyadi juga mengimbau para kepala daerah di Sumbar untuk segera mengusulkan pembangunan SPBU di wilayah yang belum terjangkau.

Usulan tersebut diperlukan sebagai syarat agar bisa masuk dalam perencanaan pembangunan oleh BPH Migas dan Ditjen Migas Kementerian ESDM.

“Kalau masih ada wilayah tanpa SPBU, kepala daerah harus segera mengajukan. Kami akan dorong agar dimasukkan ke tahap perencanaan dan ditetapkan melalui SK,” tegas politisi Partai Demokrat itu.

Ia menambahkan, banyak daerah terpencil di Sumbar masih bergantung pada pengecer BBM, sehingga harga menjadi tidak terjangkau. Oleh karena itu, percepatan pembangunan SPBU sangat penting demi meringankan beban masyarakat.

Baca Juga  DPR Dukung Pemblokiran Platform Akomodasi Ilegal, Soroti Perlindungan UMKM

“Ini bukan soal kemewahan, tapi soal keadilan. Harga BBM harus setara di mana pun, tanpa dibebani ongkos distribusi tinggi akibat minimnya infrastruktur,” tutupnya.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *