KITAINDONESIASATU.COM – Presiden terpilih Donald Trump berencana mengajukan Robert F. Kennedy Jr. untuk memimpin Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS).
Penunjukan ini diperkirakan akan memicu kekhawatiran di kalangan pakar kesehatan, terutama karena Trump berkomitmen untuk memberi Kennedy kebebasan dalam mengatur kebijakan kesehatan dan pangan.
“Sudah terlalu lama warga Amerika ditindas oleh industri makanan dan perusahaan farmasi yang menyesatkan publik terkait kesehatan. Keselamatan dan kesehatan semua warga adalah tanggung jawab utama pemerintah, dan HHS akan memainkan peran penting dalam melindungi masyarakat dari bahan kimia berbahaya, polutan, pestisida, produk farmasi, serta bahan tambahan pangan yang telah memperburuk krisis kesehatan di negara ini,” tulis Trump di platform X pada Kamis, 14 November 2024.
Pada usia 70 tahun, Kennedy mungkin akan menghadapi tantangan besar dalam proses konfirmasi karena rekam jejaknya dalam mengklaim bahwa vaksin menyebabkan autisme, serta dalam menulis buku yang menuduh mantan pejabat Institut Kesehatan Nasional, Anthony Fauci, dan tokoh teknologi Bill Gates bersekongkol dengan perusahaan farmasi untuk memasarkan vaksin Covid-19.
BACA JUGA: Kemenangan Donald Trump Guncang Ekonomi Dunia ?
Senator John Cornyn (R-Texas) mengatakan Kennedy akan diperlakukan seperti calon lainnya tanpa prasangka tertentu, namun mengakui bahwa pandangan Kennedy tentang vaksin mungkin akan menjadi perhatian selama proses konfirmasi.
Pemimpin Minoritas DPR, Hakeem Jeffries, menyatakan skeptis mengenai kelayakan Kennedy untuk posisi ini.
“Apakah RFK Jr. adalah orang yang paling memenuhi syarat di Amerika untuk memimpin HHS di tengah berbagai tantangan kesehatan? Jawabannya jelas tidak,” kata Jeffries.
Baru-baru ini, Kennedy menyatakan di media bahwa ia tidak akan melarang vaksin bagi siapa pun, namun akan memastikan adanya studi keamanan dan efektivitas yang memadai sehingga masyarakat bisa membuat keputusan yang tepat.
Ia juga menyebut bahwa pemerintahan Trump mungkin akan menyarankan untuk tidak menambahkan fluoride dalam air minum, karena beberapa penelitian menunjukkan fluoride dapat menurunkan IQ anak-anak.- ***
Sumber: Reuters


Respon (1)