News

Donald Trump: “Tuduhan Pemalsuan Catatan Bisnis adalah Kebohongan Besar”

×

Donald Trump: “Tuduhan Pemalsuan Catatan Bisnis adalah Kebohongan Besar”

Sebarkan artikel ini
FotoJet 10
Presiden AS, Donald Trump.

KITAINDONESIASATU.COM – Pada Sabtu, 4 Januari 2025, Presiden terpilih Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Hakim Mahkamah Agung Manhattan, Juan Merchan, yang menangani kasus pidana terhadapnya.

Trump, –melalui sebuah unggahan di Truth Social– menyebutnya sebagai “korup”.

“Saya tidak pernah memalsukan catatan bisnis. Tuduhan ini sepenuhnya palsu, dibuat oleh hakim korup yang hanya melaksanakan agenda Departemen Ketidakadilan Biden/Harris sebagai serangan politik terhadap lawan mereka,” tulis Trump.

Trump mengklaim bahwa biaya hukum yang disebutkan dalam pembukuannya sepenuhnya transparan dan tidak ada hal yang disembunyikan.

Baca Juga  Buntut Perang Iran-Israel, Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS, Trump Anggap Remeh!

“Ini semua terbuka untuk dilihat publik,” tambahnya.

Trump sebelumnya dinyatakan bersalah pada Mei atas 34 tuduhan kejahatan pemalsuan catatan bisnis terkait pembayaran uang tutup mulut kepada Stormy Daniels, seorang aktris film dewasa.

Hakim Merchan menjadi sorotan setelah memutuskan untuk menjadwalkan hukuman Trump hanya 10 hari sebelum pelantikannya sebagai presiden Amerika Serikat.

Ia juga menuding hakim lain, Hakim Arthur F. Engoron, yang memimpin kasus penipuan perdata Trump, sebagai “korup”.

Engoron sebelumnya memutuskan bahwa Trump harus membayar denda setengah miliar dolar, meskipun keputusan itu sedang diajukan banding.

Baca Juga  Donald Trump Curhat di Truth Social: "Saya Benci Taylor Swift!"

Trump juga mengomentari kasus yang melibatkan E. Jean Carroll, seorang penulis yang menerima hampir $100 juta dalam gugatan atas tuduhan kekerasan seksual terhadap Trump.
Trump terus membantah tuduhan tersebut dan menyebut Carroll sebagai “wanita yang tidak pernah saya temui.”

Selain itu, Trump mengkritik mantan penasihat khusus Jack Smith, yang menyelidiki dugaan penanganan dokumen rahasia oleh Trump.

Dalam unggahannya, Trump juga menyalahkan sistem peradilan New York, menyebutnya “korup,” dan menuding keterlibatan Departemen Kehakiman Biden/Harris dalam kasus-kasusnya.
“Inilah alasan orang-orang dan perusahaan-perusahaan meninggalkan New York,” tulisnya.

Baca Juga  Trump Meledak! Desak Partai Republik Usir Demokrat dari Kongres

Dalam unggahan tambahan, Trump menyatakan bahwa “tidak pernah ada Presiden yang diperlakukan sekejam dan seilegal ini seperti saya”.- ***

Sumber: New York Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *