“Rencananya akan dilakukan di RW 7, Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Sudah kami petakan. Setiap 50 kali 50 meter persegi pasti diletakkan satu ember,” kata Ani.
Proses penetasan telur tersebut berjalan kurang lebih selama dua minggu. Setelah itu, nantinya para orang tua asuh akan diberikan ember berisi telur nyamuk berwolbachia kembali. Hal ini akan dilakukan terus menerus selama enam bulan.
Pada 2025 ditargetkan pelepasan nyamuk aedes aegypti dilakukan di seluruh kecamatan Jakarta Barat.
Ani mengatakan, indikator keberhasilan kegiatan itu adalah populasi nyamuk wolbachia minimal 60 persen dari populasi aedes aegypti yang ada di lingkungan tersebut.
Kendati demikian, Ani mengatakan dampak keberhasilan program tersebut baru dapat dirasakan setelah dua tahun sebab proses tersebut membutuhkan waktu yang panjang. (Aris MP)
