News

Distribusi Konsumsi Jemaah Haji Disorot, Muhadjir Minta Evaluasi Sistem BPKH

×

Distribusi Konsumsi Jemaah Haji Disorot, Muhadjir Minta Evaluasi Sistem BPKH

Sebarkan artikel ini
Muhadjir Effendi
Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendi. (Dok. Kemenag)

KITAINDONESIASATU.COM – Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendi, menekankan perlunya perbaikan dalam distribusi makanan siap saji untuk jemaah haji Indonesia yang dikelola oleh BPKH. Menurutnya, meskipun kualitas makanan sudah sangat baik, sistem penyalurannya di lapangan masih belum optimal dan perlu dievaluasi agar tepat sasaran dan lebih efisien.

“Tempat pemrosesan makanannya sangat bagus, higienis, dan standarnya juga tinggi. Dari sisi pengelolaannya saya kira sangat baik,” ujar Muhadjir di Jeddah, dikutip Kamis, 12 Juni 2025.

Muhadjir menambahkan, dirinya sempat meninjau langsung fasilitas pemrosesan makanan bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi yang juga menjadi anggota Amirulhaj.


Namun, Muhadjir menyoroti bahwa proses distribusi makanan siap saji ke jemaah sebaiknya dilakukan secara personal by name, bukan hanya berdasarkan jumlah kelompok.

“Kemarin banyak yang tidak kebagian karena distribusinya per kelompok, bukan by name. Mestinya ada label nama supaya saat dikirim ke hotel, jemaah tahu ini untuk siapa,” jelasnya.

Ia menambahkan, karena makanan siap saji ini memiliki daya simpan cukup lama—bahkan bisa hingga satu tahun—tidak sedikit jemaah yang memanfaatkannya sebagai oleh-oleh atau cendera mata.

“Saya temui di beberapa tempat, makanan ini ada yang dibawa pulang sebagai souvenir. Jadi sangat penting distribusinya benar-benar tertib agar jemaah yang membutuhkan benar-benar menerima haknya,” imbuhnya.

Makanan siap saji dari BPKH ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi jemaah pada masa pra dan pasca Armuzna, terutama saat mobilitas jemaah cukup tinggi.

 “Saya kira program ini sudah sangat baik, tinggal ditingkatkan lagi di sisi manajemen distribusi. Saya berharap ke depan bisa diperbaiki agar lebih presisi dan tidak menimbulkan masalah di lapangan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *